Thursday, January 22, 2004

untuk kamu, lelaki senja...

dalam lembar-lembar kertas kosong kutulis namamu perlahan
mencoba hiraukan perih yang terus menekan...
seandainya hatiku bisa bisu

aku mencoba untuk bersabar dalam memahami lakumu
dan mencoba mengerti alasan-alasan keputusan hatimu
sulit....

penaku masih menggores kata-kata bisu di malam yang sepi
serasa tambah pedih mata menahan duka aliri pipi

"mengapa luka itu serasa kau sembunyikan dariku?"
aku ... saat ini sedang gamang dengan sejuta ragu...

No comments: