Monday, February 02, 2004

Catatan-Catatan Dalam Suatu Penantian
I.
Bapak tua melangkah gemetar di bawah siraman hujan
tubuh tuanya mencoba bertahan dalam setiap langkah yang kian terasa berat
hujan yang turun itu bukan lagi suatu rintangan

Ia sudah hidup begitu lama...

Kereta sudah menjerit-jerit "lekas datang...lekas datang"
Bapak tua terdiam menatap gerbong yang mulai berderit melaju
Sabar menanti waktu bisa menyebrang ke balik waktu
walau rinai hujan masih terus menghantam deras....
Tak lagi ia bergegas

Apa lagi arti baginya Waktu selain sesah cambuk hidup belaka?

II.
Lelaki Tua tertatih menyusuri lorong Stasiun yang dingin

-- pulanglah, pulanglah
baringkan saja kepala penatmu itu--

Terlalu lama ditelusurinya hidup...
Terlalu lama mimpi itu diabiarkannya semu

Lelaki Tua gemetar mencoba bertahan melangkah

--pulanglah, pulanglah
jiwamu sudah ingin sirna
pulanglah, pulanglah
terlalu lama, terlalu lama sudah--

Lelaki Tua terdiam...
di langit senja mulai membenam

III.
Tertambat
Waktu tehambat
Melekat
bayang memberat
Resah menguat
tangan meracau
hati merisau...
galau...




No comments: