Sunday, November 09, 2003

Ketika Tembok-tembok kusam itu begitu B i s u

Dalam kelam ini...
ada sesak yang masih terasa... tersisa...

Secangkir kopi dingin masih bisa meruap harumnya,
kala kerinduan menghambur di antara
helaian-helaian nafas...
tak terbaca...

..... bahkan suaramu saja tak bisa kucari ...

Apa yang sedang kaumimpikan kini?
angka-angka kosong pemberianmu
benar-benar menjadi rongsokan ...
penambah beban hati...

Dimana kau berada kini ...
masih layakkah ku ketahui?

Hanya mampu aku merenungi
malam yang dingin ini,
menatap tembok-tembok kusam
yang terus-menerus bisu...
... berat ...
karena tak mungkin ku merindukanmu ...
kau membatu... di sana ...
tempat manusia-manusia lain
yang boleh dengan setia menyapamu....

No comments: