untitled
:pecinta cappucinno
sepotong bulan di atas secangkir kopi panas...
mengisyaratkan nama seseorang
yang telah begitu lama berlalu...
bintang temaram di atas langit kelam...
tapi kenapa suara itu tak mau membenam?
di satu sisi jendela yang terbuka ada bayangan
satu laki-laki tua yang telah lama lelah mencinta...
kemudian pergi...
hanya satu fatamorgana lain kali ini...
sepotong bulan tetap mengambang
di atas secangkir kopi panas di satu waktu...
hitam ia pekat, pahit dan beruap
dalam senafas harum kurasakan sedikit harap ikut menguap
langit itu...
kenapa kali ini harus ia begitu tidak biru?
mentari perlahan hanya tinggal kenangan
tertimpa gumpalan awan-awan kelabu...
jendela itu masih terbuka
tapi bayangan lelaki tua tetap tak lagi ada
"dia telah pergi", bisikmu penuh ragu,
"atau mungkin hanya satu fragmen satu mimpi"
sudahlah...
di tempat ini...
hanya tinggal angin yang bernyanyi menguak sepi...
No comments:
Post a Comment